Senin, 27 Oktober 2014

Wushu (source: http://id.wikipedia.org/wiki/Wushu)

Wushu (武術 atau 武术; (Tionghoa)) secara harafiah berarti "seni bertempur/bela diri". Ini merupakan istilah yang lebih benar dibanding dengan istilah yang lebih terkenal tapi salah penggunaannya kung fu, yang berarti "ahli" dalam bidang tertentu, tidak hanya terbatas dalam bela diri. Kata Wushu berasal dari dua kata yaitu “Wu” dan “Shu”. Arti dari kata “Wu” adalah ilmu perang, sedangkan arti kata “Shu” adalah seni. Sehingga Wushu bisa juga diartikan sebagai seni untuk berperang atau seni beladiri (Martial Art). Di dalam wushu, kita juga mempelajari seni, olahraga, kesehatan, beladiri dan mental.
Mempelajari Wushu tidak hanya terbatas pada hal-hal yang berhubungan dengan gerakan fisik dan kekerasan saja, tetapi juga melibatkan pikiran. Mempelajari Wushu berarti kita juga belajar mengolah pernafasan, memahami anatomi tubuh kita, dan juga mempelajari ramuan atau obat-obatan untuk memperkuat tubuh maupun untuk pengobatan. bahasa Tionghoa kung fu Semua kategori Seni bela diri China tradisional, keras dan lembut dapat disebut Wushu. Wushu keras termasuk tinju selatan Nanquan dan tinju panjang Changquan. Wushu lembut termasuk tinju Taiji, Telapak Baguazhang, dan tinju xingyiquan. Adapun seni beladiri Wushu yang telah dikembangkan oleh etnis China yang menetap di wilayah Asia Tenggara (terutama Indonesia) seringkali disebut dengan istilah Kuntao.

5 Elemen Wushu

  1. Air: melambangkan kehidupan dan kelembutan, karena air memberi makan tumbuhan dan bentuk air sendiri yang selalu sesuai dengan wadahnya.
  2. Kayu: melambangkan tulang dan otot, sebagai energi dari kehidupan yang jika terkena api akan mengakibatkan terbentuknya panas sebagai tenaga (otot).
  3. Api: melambangkan kekuatan dan ketangkasan, memberi nutrisi dari hasil pembakaran yang membuat pembaharuan dalam kemajuan.
  4. Bumi: melambangkan pertahanan, memberikan tempat bagi berbagai unsur untuk berkembang.
  5. Logam: melambangkan penggunaan senjata, mengkombinasikan berbagai unsur yang bermanfaat untuk menguasai berbagai senjata yang sangat penting bagi wushu.
Hubungan berbagai unsur dalam wushu adalah air mendinginkan api, api menempah logam, logam memotong kayu, kayu tumbuh dari bumi, bumi mengontrol air. Jadi, semua unsur ini saling berhubungan satu sama lain.

Wushu di Indonesia

Di Indonesia, Wushu kini juga mendapat perhatian yang istimewa dari masyarakat, wushu yang dulu hanya dimainkan oleh orang-orang tua, dan itupun hanya golongan tertentu kini telah memasyarakat. Tidak ada data resmi yang mencatat sejak kapan wushu mulai masuk ke Indonesia, tetapi sejak puluhan tahun silam telah di mainkan oleh banyak orang dari berbagai kota besar maupun kecil di Indonesia seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Semarang dan masih banyak lagi daerah lain, tetapi wushu yang berstandar Internasional baru di kenal dan di populerkan di Indonesia pada akhir Oktober 1992 yang di prakarsai oleh tokoh olahraga IGK Manila yang kemudian menjadi Ketua Umum PBWI yang pertama. Manila berhasil membawa wushu Indonesia ke forum Internasional.
Banyak cerita menarik yang mengawali berdirinya wushu berstandar internasional di Indonesia. Sebagai pendobrak tentu saja Manila harus menghadapi berbagai tantangan di tengah ketidak mengertian tentang seluk beluk olahraga ini. Kisah berdirinya wushu Indonesia di mulai ketika kontingen Malaysia, Filipina, dan Singapura begitu seenaknya menyabet medali emas di arena SEA Games 1991 Singapura, Melihat kenyatan itu , Ketua umum KONI Pusat ketika itu, Surono merasa iri dan melihat bahwa cabang wushu memiliki prospek yang sangat cerah di Indonesia. Mengapa Indonesia tidak mampu berbuat seperti Negara-negara tesebut? Sebab di Indonesia ketika itu tidak ada badan resmi anggota KONI yang menangani atau mengurusi masalah Wushu, Bahkan Indonesia belum mengenal Wushu ketika itu.
Begitu SEA Games usai, sesuai dengan wewenangnya maka Ketua Umum KONI Pusat Surono meminta agar didirikan wushu yang benar di Indonesia, yakni wushu yang memenuhi standart Internasional dan IGK Manila di tugaskan untuk itu. Secara perlahan tetapi pasti duet Manila dan Mediteransjah mengulurkan tangan ke daerah-daerah , mengajak semua pecinta wushu di Indonesia agar bahu membahu membentuk organsasi wushu yang benar dengan mengikuti ketentuan International. Ibarat pepatah pucuk di cinta ulam pun tiba, ajakan itu mendapat sambutan hangat dari berbagai daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan terutama Sumatera Utara, dengan tangan terbuka menerima ajakan itu,. Maka terbentuklah apa yang dinamakan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) dan tanggal 10 November 1992 di tetapkan sebagai hari lahirnya PBWI tersebut.
Manila bertindak selaku Ketua Umum dan Mediteransjah selaku Sekretaris Jendral dan mencatat aneka peristiwa baik yang manis maupun yang pahit, kenangan manis diantaranya adalah keberhasilan atlet wushu asal Medan, Jainab yang meraih juara kedua alias peraih medali perak di kejuaraan dunia 1995 di Baltimore, Amerika Serikat. Tentu saja itu merupakan prestasi yang luar biasa, karena ketika itu wushu berstandar International baru berkiprah 3 tahun di bumi Indonesia. Sejak saat itu perbendaharaan prestasi olahraga di Indonesia forum dunia bertambah menyusul cabang olahraga lainnya yang berumur jauh lebih tua seperti bulu tangkis, panahan, bridge dan lain-lain Pantaslah kalau ada orang yang bertanya-tanya ketika itu, apakah benar Jainab memang hebat.
Keberhasilan Jainab merebut medali perunggu dia Asian Games Bangkok 1998 juga membuktikan bahwa potensi atlet asal Medan itu memang luar biasa, Mengapa hanya perunggu? Itu cukup membanggakan. Sebab juara dunia wushu hampir seluruhnya berasal dari negeri China dan tentu saja mereka juga berusaha membabat semua medali emas Asian Games. Tak pelak lagi bahwa sukses atau keberhasilan pembinaan. Orang yang punya peran paling besar di balik semua itu adalah Supandi Kusuma. Ketua Umum Pengurus Daerah Wushu Sumatera Utara yang sehari-hari melatih jainab dengan tangannya sendiri.
Menjelang SEA Games XXI/2001, Pengda Daerah Wushu Sumatera Utara di beri kepercayaan menjadi pelaksana pusat latihan (training centre) dan tentu saja Master Supandi Kusuma yang juga Ketua Pengurus Daerah menjadi kordinator pelatih sekaligus penanggung jawab latihan. Sejarah mencatat aneka peristiwa perjalanan panjang wushu berstandar Internasional di Indonesia. Wushu di Indonesia tetap tegar, berdiri tegak seiring dengan tekad semua pihak yang terkait dan tentu saja orang-orang yang tetap setia menangani olahraga ini.

source: http://id.wikipedia.org/wiki/Wushu

Wushu vs Kung fu

Pertanyaan ini sering muncul dan sering sekali kita dengar, bahkan orang selalu mengaitkan Wushu adalah Kungfu. Sampai saat tampaknya masih ada kerancuan tentang istilah Wushu dan Kungfu. Wushu dan Kungfu adalah berbeda. Terus, apa itu Wushu? apa itu Kungfu? Untuk mengetahuinya kita harus mengetahui arti sebenarnya dari Wushu dan Kungfu itu sendiri.
 
        Wushu bukanlah Kungfu dan Kungfu bukanlah Wushu. Wushu adalah sebutan secara umum atau universal bagi semua jenis beladiri China, sedangkan Kungfu atau Konfu adalah hasil yang kita dapat dari latihan yang benar secara kontinue, keras, disiplin, dan dalam waktu yang panjang. Kungfu adalah salah satu istilah yang dipakai di dalam Wushu dan tujuan dari kita berlatih Wushu adalah untuk mencapai Kungfu yang tinggi. Karena itu di dalam istilah yang kita dengar sering terjadi orang berkata, “Mari kita mengadu Kungfu kita” artinya adalah mengadu keahlihan atau skill yang mereka dapatkan dari latihan, siapa yang lebih baik dan disiplin latihannya, siapa yang lebih benar latihannya dan siapa yang lebih keras latihannya Dalam pepatah Cina Kungfu atau konfu diibaratkan “Seperti mengasah sebatang tongkat besi menjadi sebuah jarum”. Untuk mencapai Kungfu yang baik haruslah melalui latihan yang keras, benar, sabar, jangka waktu yang panjang, disiplin, pantang menyerah, dsb.
        Sebagai contoh saja, seorang koki yang telah berpengalaman memasak bertahun-tahun dan masakan yang dia masak diakui semua orang  sebagai masakan yang lezat dan enak, maka dia memasak dengan menggunakan kungfu, yaitu keahlihan memasak yang telah dia pelajari secara terus menerus, dengan kerja keras, disiplin, waktu yang lama, kesabaran yang tinggi, sehingga koki tersebut dapat menghasilkan masakan yang lezat. Hal ini dapat berlaku juga dalam banyak hal, seorang ahli pembuat keris misalnya, dia akan membuat keris menggunakan kungfu yang dia dapatkan dari latihan dia. Sama halnya dengan Wushu, seorang pendekar Wushu harup melalui tahap-tahap latihan yang keras, jangka waktu yang lama, disiplin yang tinggi, kesabaran, kerja keras sehingga dia bisa mendapatkan Kungfu yang tinggi.
        Istilah Kungfu pertama kali populer karena dibawa oleh pedagang dan misionaris dari barat (eropa) yang pernah menetap di China, mereka kembali ke negara mereka dan menyebarkan istilah Kungfu. Kemudian istilah Kunfu lebih terkenal lagi setelah Bruce Lee (Lee Siao Lung) memperkenalkannya melalui film-filmnya. Kemudian sekarang kita banyak mendengar nama seperti Samo Hung, Jackie Chan, Jet Lee, dsb. Mereka adalah orang-orang yang telah memperkenalkan Wushu ke dunia internasional.  Jet Lee sendiri tercatat sebagai juara wushu nasional china.
        Saat ini telah disepakati bahwa penyebutan “Wushu” bukanlah Martial art, Kungfu, Kuntao, dan lain sebagainya. “Wushu is Wushu, without translate” (Wushu adalah wushu tanpa terjemahan) dan kesepakatan ini telah disetujui delegasi-delegasi dari berbagai negara, baik dari Asia, Eropa, Amerika dan sebagainya, mereka juga telah sepakat untuk mengganti istilah Kungfu. Kuntao, martial art kedalam satu istilah, yaitu “Wushu”.

Senin, 26 November 2012

rezeki yang indah

setelah menjalani pengharapan jadi mahasiswa FTI ITB, akhirnya bertemu juga rezeki ku ialah Teknik Industri FT-UB dan saya menjalaninya dengan semangat timbul tenggelam.
namun dengan motivasi dari Orang Tuaku. akhirnya aku dapat menjalaninya dengan sabar dan dengan motivasi untuk ibadah.selang didalamnya aku mendapat beberapa teman yang mereka pulalah yang menjadi kayu bakar semangatku di sana..

selang berganti hari, hari berganti bulan. banyak batu rintangan dalam jalan ini..yang ada dari kuliah itu sendiri dan dari senior yang mendidik kami dengan cara mereka yang masih belum kami rasakan nikmatnya..





oh iya, untuk saudara saya yang telah berjasa hingga saya seperti ini. saya ucapkan terima kasih yang sangat besar atas doa dan yang telah kalian lakukan selama saya masih di pon-pes..sungguh pendidikan dan pembelajaran yang berharga bagiku bisa bertemu dengan kalian, kita akan bertemu lagi dengan almamater kita dan juga nanti kita insya Allah dapat bertemu di tepat yang lebih indah..

Minggu, 18 Maret 2012

Subhanallah... Kungfu Ternyata Bagian Budaya Muslim China(source:republika)

Ilmu beladiri asli Cina, Kungfu, ternyata telah menjadi bagian dari budaya Muslim negeri tirai bambu itu. Kaum Muslim Cina diketahui terlibat dalam perkembangan dan penyebaran beladiri kung fu.
Komunitas Muslim di Cina turut andil dalam membentuk gerakan dasar kungfu. Sebut saja jurus Tan Tui yang diakui sebagai gerakan khas kungfu Muslim. Gerakan ini awalnya terdiri atas 28 tahap, mengikuti jumlah huruf hijaiyah. Namun, seiring perkembangan jumlah gerakan dasar dilebur menjadi 10.
Jurus ini diciptakan Cha Shangmir, atau biasa disapa Chamir, sehingga sebagian masyarakat menyebut gerakan ini sebagai Cha Chuan yang juga menjadi dasar gerakan wushu kontemporer.
Mayoritas gerakan terdiri atas tinju dan menendang. Gerakan disusun berdasarkan titik pengobatan yang sering digunakan di China. Latihan gerakan secara teratur akan mendatangkan efek baik bagi tubuh. Latihan ini juga bisa membentuk tubuh menjadi lebih lentur dan kuat.
Walaupun dipandang memiliki gerakan kaku, namun Tan Tui berhasil membuktikan kualitasnya. Pada zaman Dinasti Ming sejumlah master kung fu merupakan ahli Tan Tui. Sampai sekarang tan tui masih sering dipraktikkan.
Gerakan kungfu yang diciptakan kaum Muslim Cina ternyata menjadi dasar ilmu kungfu kontemporer.
Pemeritah pada awal pendirian Republik Rakyat Cina, menggunakan gerakan ini untuk melatih bela diri. Alasannya, Muslim adalah kelompok minoritas di Cna. Keberadaannya terisolasi, sehingga memiliki pergerakan yang lebih sedikit dibanding etnis lainnya. Hal ini berimbas pada jurus tinju muslim yang dianggap lebih murni dibanding gaya lain. Tan tui atau Cha chuan kemudian diadopsi menjadi banyak jurus tinju lain.
Beberapa ahli kung fu pada zaman dinasti Ming, memiliki akar gaya tan tui. Kemungkinan, hal ini dikarenakan mereka memiliki akar budaya muslim. Tan tui ini juga menjadi dasar gerakan wushu kontemporer.
Pada zaman dinasti Ming, tan tui dipraktekkan oleh para jiao men. Jiao men adalah seksi khusus beladiri suku Hui. Suku ini mayoritas Muslim, dan menjadi minoritas di negeri tirai bambu tersebut. (Angelfire/Republika).*

Jumat, 20 Januari 2012

about 'Hafalan Surat Delisa' source: http://www.21cineplex.com

SYNOPSIS

 
Delisa (Chantiq Schagerl) gadis kecil kebanyakan yang periang, tinggal di Lhok Nga desa kecil di pantai Aceh, mempunyai hidup yang indah. Sebagai anak bungsu dari keluarga Abi Usman (Reza Rahadian), Ayahnya bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak Internasional. Delisa sangat dekat dengan ibunya yang dia panggil Ummi (Nirina Zubir), serta ketiga kakaknya yaitu Fatimah (Ghina Salsabila), dan si kembar Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apriadi)

26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktek shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Gempa yang cukup membuat ibu dan kakak-kakak Delisa ketakutan. Tiba-tiba tsunami menghantam, menggulung desa kecil mereka, menggulung sekolah mereka, dan menggulung tubuh kecil Delisa serta ratusan ribu lainnya di Aceh serta berbagai pelosok pantai di Asia Tenggara

Delisa berhasil diselamatkan Prajurit Smith, setelah berhari-hari pingsan di cadas bukit. Sayangnya luka parah membuat kaki kanan Delisa harus diamputasi. Penderitaan Delisa menarik iba banyak orang. Prajurit Smith sempat ingin mengadopsi Delisa bila dia sebatang kara, tapi Abi Usman berhasil menemukan Delisa. Delisa bahagia berkumpul lagi dengan ayahnya, walaupun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi ke surga, dan Ummi belum ketahuan ada di mana

Delisa bangkit, di tengah rasa sedih akibat kehilangan, di tengah rasa putus asa yang mendera Abi Usman dan juga orang-orang Aceh lainnya, Delisa telah menjadi malaikat kecil yang membagikan tawa di setiap kehadirannya. Walaupun terasa berat, Delisa telah mengajarkan bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan. Walau air mata rasanya tak ingin berhenti mengalir, tapi Delisa mencoba memahami apa itu ikhlas, mengerjakan sesuatu tanpa mengharap balasan

"Delisa cinta Ummi karena Allah"

Mulai tayang 22 Desember 2011

Jumat, 06 Januari 2012

Sistem Keadilan Indonesia mulai(dari dulu) kacau

Baru-baru ini tersebar bahawa seorang siswa inisial AAL tertangkap karena soal 'sandal jepit' yang di 'pungut'...

Kabarnya sang pelapor 'POLRI' bilang sendalnya di colong...ternyata tuh sendal cuma di pungaut dan gak ada yang punya...

Bisa jadi tuh 'POLRI' emang punya dendam sama AAL...dan bisa jadi AAL punya utang sama pak POLRI....

warga indonesia PUN berupaya membantu AAL udengan sumbangan '10000000000 sendal jepit untuk polisi'....

Kamis, 13 Januari 2011

history of "LAST CHILD"

It's LAST CHILD No matter what genre of music you prefer, its hard to say that LAST CHILD don't have a special place near your heart. Every once in a while, I'll run into that strange creature that DOESN'T like LAST CHILD, but usually they are criminally insane or mentally handicapped. So let your head bangin' out and party with LAST CHILD

LAST CHILD adalah sebuah Band Indie di Jakarta tepatnya Jakarta Timur yang berdiri pada tanggal 11 Januari 2006
terdiri dari 3 personel + 1 new guitar player yakni :

1. VIRGOUN GON'S- GUITAR/VOC
2. DHIMAZ CHUPANK - BASS/BACK VOC
3. ARY CEPER - KICK AND DRUM
4. YODI - GUITAR

mereka memainkan musik yang notabenenya proggressive punk pop becoming power pop
yang menjadi influence ini diantaranya : Blink 182, Angels and Airwaves, Rancid, Paramore, Hello Goodbye, Motion City Soundtracks, We the Kings, dan banyak lagi.

Kamis, 16 Desember 2010

nate river ; source = wikipedia

Nate River (ネイト・リバー Neito Ribā?), universally referred to by the mononym Near (ニア Nia?), is a fictional deuteragonist in anime and an antagonist of the manga series Death Note, only after the 4-year timeskip and supporting protagonist in the film L: Change the WorLd. Near is the younger of the two successors of L, and the leader of the SPK (Special Provision for Kira), an organization that looks into the Kira case and, in the end, succeeds in uncovering Kira's identity.

Character

In Death Note, Near is the younger of L's two successors raised in Wammy's House, Watari's orphanage for gifted children, in Winchester, England, United Kingdom. Of the successors, Near is more level-headed, calmly assessing the situation, while the other, Mello, is more emotional and quicker to act. Much like L, Near shows various odd behaviors during his normal life. He is usually seen hunched over rather than sitting. He also constantly plays with various toys, which he uses in his theories, as well as idly twiddling strands of his hair. In the epilogue of the manga, he is shown eating a bar of chocolate, as he pursues a new case, possibly in memory of Mello. He shows a great respect for L, basing much of how he solves crime on L's methods, even to the point where he only takes cases that he is interested with rather than trying to pursue justice. Near uses the Wedding text font "N" and "L" to represent himself and the fake L, respectively. But later in the aftermath, he used Old English MT font "L" like the original L did. He is voiced by Noriko Hidaka in the Japanese anime, and Cathy Weseluck in the English dub.
Sometime after L's death, he works for the United States under the SPK (Special Provision for Kira) team that is established to investigate Kira without the help of "L". He soon manages to deduce that Light Yagami, posing as L, is actually Kira. After he finds that Teru Mikami is Light's proxy and Mello kidnaps Kiyomi Takada, Near is able to switch Mikami's Death Note with a forged one, allowing him to set up a final confrontation that leaves Light exposed. Ryuk kills Light soon after. Near says that neither he nor Mello could surpass L alone, but have managed to do so by inadvertently working together. Near soon takes L's alias, and keeps on the surviving members of the SPK as his subordinates.
Tsugumi Ohba, writer of Death Note, said that Near "becomes less likeable" as the story advances, citing Near's plan to take the notebook at a later point in the story. Ohba said that a negative reaction originated from "the difference in their attitudes" and that people may have viewed Near as "a cheat". Ohba added that Near's "cheeky behavior", intended to "reinforce his childishness", had been construed as "annoying".[1]
In the final chapter Near brings finger puppets to the Yellow Box Warehouse. Takeshi Obata, artist of Death Note, said that Near first bought the Kira finger puppet and drew on it with a magic marker. Obata then said that Near must have created the other puppets afterwards. Obata views Near as not liking L much so Obata had Near depict L as "ugly", and that Near "worked hard" on Mello's puppet as Near "liked Mello".[1]
Obata said he enjoyed drawing Near and that Near is also one of his favorite and his least favorite characters,[1] considering him to be the smartest character in the manga "because he cheats".[2]
When asked about which character was most similar to himself, Ohba indicated Near and "maybe Light". Regarding Near, Ohba said that he does not leave his house often.[3]

[edit] Conception and development of Near

Ohba said that he introduced Near and Mello together as L individually could not defeat Kira. Ohba felt that introducing one character individually would produce a "repeat" of the struggle between Light and L, so he instead wanted a story involving three combatants fighting each other. Ohba said that he let Obata create the character designs and asked him to make both characters look "a little "L-ish"". Ohba said that he "wavered" in their ages and considered making the characters the sons of L. Ohba added that he did not initially develop their personalities as he wanted to "reveal" them through their actions.[4]
Ohba said that he gave Near a hobby of playing with toys and stacking "things" as a development from L's hobby of stacking sugar cubes and little food cups. Ohba included the match and the dice towers in his thumbnails. Ohba said that he thought about Obata encountering difficulty in drawing the dice towers and felt surprised when he saw the dice towers in the final work.[5]
The given name "Nate" comes from the word "natural" and "River" is to symbolize that Near's talents flow from L. Therefore Near is the natural successor to L. The name is "supposed" to show that Near is a "natural genius blessed from above".[6]
Obata said that, since Ohba wanted to "include a little L" in Near and Mello, he tried to keep "the weirdness and the panda eyes". Obata added that since L was an important character he felt that he made Near and Mello look too much like L. He described the character designs as "a major struggle". Obata said that, when he first heard about Near and Mello, he assumed that Near and Mello would join as a team and work together, so he envisioned the two as twins when he created the character designs.[7] Obata stated that he originally thought about creating Near as "a bit more mature mentally". Obata said that he created a "cooler looking version of L" design and considered using a younger version of that design. Another design Obata created for L included a "really innocent and cheerful character" and he felt that the design could work for Near; he said that he "quickly abandoned" the idea.[8]
Obata said that when he first saw Near he "didn't even know what the heck he was wearing". He said that "it was tough" drawing Near's clothes as he did not understand the assembly of his clothes. Obata said that he settled for pajamas and "things got a lot easier".[8]
Obata added that the designs for the characters became switched at the design phase; the final Mello had Near's design and vice-versa. Obata said that when he created a depiction of the designs his editor wrote the wrong names accompanying the designs; then when Obata received approval he could not say that the labels were incorrect. Obata said that, for him, Near was "more evil". He felt that "it's better" that the switch occurred.[8]
Obata stated that as he drew Near the concept of his immaturity became "stronger and stronger" as he believes that such traits are best revealed "gradually". Obata cited the fact that in the beginning Near's sole toy consisted of darts.[9] He felt he could express "negative" parts of Near with the puppets. Ohba added that one could see "his dark side in his kind of puppets he used".[10]

[edit] In Other Media

[edit] L: Change the World

Near, as portrayed by Narushi Fukuda, in L: Change the WorLd
In L: Change the World, L gives a talented Thai boy with a gift for calculations the name "Near." L hopes for the boy, the sole survivor of a Thai village ravaged with a deadly disease, to succeed him as L, knowing that the rules of the Death Note will kill the experienced detective within a short period of time. Near does not speak much in the movie (during the movie, he only says numbers and letters) and when he does he speaks only in English. Like many of the characters during the transition from animation to live action, Near is portrayed with black hair instead of white hair as seen in the anime. Near is portrayed by Narushi Fukuda in the film and voice by Michael Strusievici in the English Dub. For some unknown reasons, even though L was shown giving him the name of "Near", he was listed as "BOY" in the credits.

[edit] Novel

In L: Change the WorLd novel based on the film, Near is described as being the original Near as he appeared in the original Death Note series. However, due to the plot in which Kira killing L is absent, the requirement of an immediate nominee as successor is not necessary. As a result, the eight-year old Near is claimed to be working on a different case involving the prevention of World War III since this the timeskip present in the original series is absent. The plot in which Near was a Thai boy is also completely absent from the novel due to plot changes made as a result of severe dissatisfaction with Near's depiction in the film by fans.[citation needed]

cerita Jrocks ~ kekuatan impian

Cerita J-Rocks bermula saat Iman bertemu dengan Wima untuk membentuk sebuah band. Sebuah impian yang ia bicarakan saat mereka SMA. Keduanya  sudah berteman di SMA. Sony sendiri dikenal Iman saat audisi gitaris sebuah band. Sony  juga yang mengenalkan ke Anton, seorang drummer yang juga teman SMP Sony. Iman merangkap sebagai vokalis karena sulit menemukan vokalis yang cocok. J-rocks akhirnya lahir di 9 November 2003.

Impian. Itu yang mepersatukan keempatnya. Mereka bermimpi bisa jalan bareng, bermusik, dan melancong keluar negeri. Saat itu hampir semuanya punya band sendiri, namun setelah manggung dua kali mereka merasa terikat oleh impian yang sama.

J-Rockstar adalah nama pertama saat band beraliran japanese rock ini. Kata rocktsar mereka temukan di sebuah stiker. Mereka bermimpi untuk menjadi rockstar. Lalu huruf J di depan, selain identik dengan Jepang juga mempunyai banyak arti. Jujur, berarti jujur dalam bermusik sesuai yang mereka suka. Jakarta, karena band ini berasal dari ibukota Indonesia.  Nama J-Rockstar disingkat menjadi J-rocks, agar lebih mudah dilafalkan. Ini terjadi persis saat kami akan mengikuti kontes musik Nescafe.

Kontes ini membuka peluang yang lebih luas untuk J rocks untuk memasuki dunia hiburan Indonesia.  J-Rocks menjadi pemenang pertama, sekaligus tiap personel memborong  best vocalist, best guitarist, best bassist, dan best drummer. Masuknya J-Rocks di  kompilasi Nescafe Get Started menjadi kerjasama lebih jauh dengan label Aquarius.

Pertengahan 2005 dibawah Aquarius J-Rock merilis  album perdana  yang bertajuk "Topeng Sahabat" . Tahun itu Jrocks juga mengisi  dua lagu di album OST Dealova yaitu "Serba Salah" dan "Into The Silent".
Album kedua J-Rocks, Spirit, membuktikan band ini bukan  pengekor lagu jepang. Kemampuan musikalitasJj-Rocks dibuktikan di album ini, bermacam beat dan aliran musik lancar  J Rocks mainkan. Mulai dari Rock n Roll, Waltz, Symphonic Metal  sampai Blues. Gitaris cewek   Prisa Rianzi merak ajak kolaborasi di lagu "Kau Curi Lagi".

J-Rocks mencatatkan diri sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, Inggris. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008. Di hari ketiga, Chris Butler, sound engineer terkenal, melakukan proses final mixing untuk lagu-lagu itu. Sembari menunggu, J-Rocks membuat video clip untuk single Falling in Love. Foto mereka di zebra cross legendaris Abbey Road dengan mengenakan batikdijadikan cover album. J-Rocks merilis album ketiga, berupa mini album bertajuk "Road to Abbey".

Tahun 2010, J-Rocks mengaransemen ulang lagu “Madu dan Racun” yang populer di tahun 80-an. Dibantu Pay dan DJ Romi, J rocks memberikan sentuhan lain ke single yang masuk di album kompilasi 40 Tahun Aquarius.

download gmbar sayap

iki lhu gmbar sayap > di sini <

Senin, 06 Desember 2010

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH, 1 MUHARRAM 1432 H; source:: bahasa hati

“Bagaimana persiapan untuk nanti malam Nak Mas..............?” Tanya Ki Bijak pada Maula yang tengah mempersiapkan acara pengajian menyambut tahun baru Hijriah.


“Alhamdulillah ki, semua persiapan sudah selesai, tinggal pelaksanaannya saja, insha Allah berjalan lancar.......” Kata Maula.

“Syukurlah kalau demikian............” Kata Ki Bijak.

“Ki, hampir setiap tahun kita mengadakan pengajian seperti ini dalam menyambut tahun baru hijriyah, tapi sampai sekarang ana belum sepenuhnya paham makna peringatan tahun baru hijriyah ini ki..............” Kata Maula.

“Benar Nak Mas, kita kadang masih sering terjebak pada acara seremonial belaka dalam memperingati tahun baru hijriyah ini, masih ada kesan kita hanya tidak mau kalah dengan mereka yang memperingati tahun baru masehi, tapi kita masih sering lupa tujuan dan esensi kita memperingati pergantian tahun ini..............” Kata Ki Bijak.

“Lalu apa yang makna peringatan tahun baru hijriyah ini ki.............?” Tanya Maula.

“Hijrah atau kemudian dikenal dengan Hijriyah adalah sebuah peristiwa pindahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekkah ke Madinah atas perintah dan skenario Allah swt yang Maha sempurna..........” Kata Ki Bijak

“Bukan karena ancaman kaum kafir mekkah ketika itu ki.............?” Tanya Maula.

“Memang benar bahwa pada periode itu umat Islam dan Nabi Muhammad khususnya, mendapatkan tekanan yang sangat berat dari kaum musyrikin, baik itu tekanan secara fisik maupun mental, dan tak urung hal ini membuat Nabi dan umat Islam ketika itu gelisah, tapi bukan karena itu yang membuat Nabi dan pengikutnya hijrah ke Madinah, melainkan semata karena perintah Allah, seperti Allah maklumkan dalam ayat 76 surat Al Isra’;

76. Dan Sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja[863].

[863] Maksudnya: kalau sampai terjadi nabi Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. hijrah nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah bukan Karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata Karena perintah Allah.

“Jelas bahwa Allah menjaga Nabi dan pengikutnya dari pengusiran kaum kafir ketika itu, karena seperti ayat diatas, jika mereka sampai mengusir Nabi, maka mereka akan diazab Allah swt seketika itu juga................” Kata Ki Bijak

“Lalu ki..........?” Tanya Maula.

“Allah memiliki skenario besar dengan perintah hijrah tersebut, yang beberapa diantaranya adalah untuk memperluas wilayah penyebaran Islam dan demi kemajuan Islam itu sendiri.....” Kata Ki Bijak

“Sejarah kemudian membuktikan bahwa proses penyebaran Islam jauh lebih cepat dan berkembang pada periode Madinah ini. Selain juga di Madinah, Nabi dan Umat Islam berhasil membangun tata peradaban baru, tata pemerintahan, tata ekonomi dan sosial yang demikian pesat perkembangannya.......” Kata Ki Bijak

“Subhanallah...benar ki, di Madinah inilah kemudian Nabi membangun Masjid Nabawi, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar, serta membina umat Islam hingga kemudian menjadi umat yang tangguh ya ki...” Kata Maula.

“Iya Nak Mas, hal itu meruapakan sebuah bukti nyata dari keagungan skenario Allah dalam peristiwa hijrah.............” Kata Ki Bijak.

“Ki, ana membaca diberbagai buku mengenai proses hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah, dan dibeberapa buku diceritakan bahwa pada malam sebelum Nabi Hijrah, kaum Quraisy kafir berkumpul dan mengepung rumah baginda Rasul, guna membunuh Rasul sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan dakwah Rasul di Mekah, tapi kemudian mereka tidak berhasil..........” Kata Maula.

“Kejadian pengepungan rumah Baginda Rasul dan kemudian kegagalan kafir quaraisy dalam membunuh rasul pada peristiwa itu sebagaimana Nak Mas baca dibuku-buku adalah merupakan ‘bumbu’ proses Hijrah yang diskenariokan Allah, agar kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa itu................” kata Ki Bijak.

“Pelajaran apa saja yang dapat kita ambil dari bumbu penyedap hijrah ini ki...........?’ Kata Maula.

“Nak Mas tahu siapa saja yang dilibatkan Allah dalam peristiwa ini.....?” Tanya Ki Bijak.

“Ya Ki, ada Ali bin Abi Thalib yang menggantikan Nabi tidur diperaduannya, ada Abu Bakar yang mengantar dan menemani Nabi, kemudian ada Asma Binti Abu Bakar yang harus berjalan puluhan kilo menaiki bukit Tsur untuk mengantar makanan kepada Nabi dan Abu Bakar yang ad di gua tersebut ki.........” Kata Maula

“Nak Mas tahu apa hikmahnya..........?” Tanya Ki Bijak.

Maula menggeleng tanda belum mengerti.

“Sebagaimana tadi kita bicarakan, bahwa di Madinah, Nabi dan Umat Islam mencapai keberhasilan yang gilang gemilang dalam dakwah Islam dan masyarakatnya, tapi coba tengok kebelakang sebentar, bahwa sebelum keberhasilan itu dicapai, ada sebuah episode yang banyak mengandung pelajaran bagi kita, yaitu bahwa sebuah keberhasilan membina umat harus menyertakan semua unsur, yang dalam proses hijrah digambarkan oleh Nabi sendiri sebagai perlambang pemimpin yang mampu memberi teladan kepada umatnya, ada Abu Bakar sebagai simbol golongan tua yang bijaksana, ada Ali bin Abi Thalib sebagai wakil dari golongan pemuda yang cerdas dan penuh pengorbanan, serta ada Asma binti Abu Bakar sebagai simbol betapa besar andil kaum perempuan dalam proses membangun umat...................” Kata Ki Bijak.

“Iya ya ki, Baginda Rasul sebagai simbol pemimpin, Abu Bakar sebagai simbol kaum Tua, Ali bin Abi Thalib sebagai wakil pemuda serta Asma binti Abu Bakar sebagai wakil kaum wanita, subhanallah, betapa besar hikmah yang terkandung dalam peristiwa hijrah itu ya ki..............” Kata Maula mengulang perkataan Ki Bijak.

“Ya Nak Mas, dengan peristiwa itu Allah mengajarkan kepada kita, jika kita ingin mencapai keberhasilan serta peradaban yang baik, maka hendaklah kita bersatu padu, tidak hanya tergantung pada seorang pemimpin, tidak hanya mengandalkan orang-orang tua, tidak hanya bertumpu pada generasi muda, tidak pula memikulkan beban pada kaum wanita semata, melainkan semua unsur harus terlibat didalam proses pembangunan sebuah peradaban.................” Kata Ki Bijak.

“Madinah sendiri artinya apa ki..........?” Tanya Maula.

“Madinah secara bahasa artinya ‘Kota Peradaban’, sementara nama sebelumnya Yatsrib berarti yang artinya ‘Mengecam’, ini pun merupakan sebuah pelajaran bagi kita bahwa tidak mungkin sebuah keberhasilan dicapai dengan cara saling mengecam, saling menyalahkan, mengklaim kelompoknya yang paling baik dan benar, Madinah – Peradaban, hanya mungkin terbentuk jika kesemua unsur yang dirangkul dan bersinergi bersama...............” Kata Ki Bijak.

“Subhanallah............” lagi-lagi Maula memuji keagungan Allah yang telah memberikan berbagai pelajaran diberbagai peristiwa yang dikendaki-Nya.

“Dan jangan lupakan pula bahwa membangun umat, membangun keberhasilan, memerlukan kerelaan berkorban sebagaimana yang ditunjukan Ali bin Abi Thalib ketika menggantikan Rasul diperaduannya, pengorbanan Abu Bakar yang siap menjadi tameng ketika hendak memasuki gua yang belum terjamah sebelumnya, pengorbanan Asma binti Abu Bakar yang rela berkorban mendaki bukit terjal ditengah terik panas matahari yang membakar, pengorbanan, juga merupakan kunci lain dari bangunan sebuah keberhasilan, selebihnya kita tawakal dan berserah diri sepenuhnya kepada kehendak Allah swt.............” Kata Ki Bijak.

“Iya ki, alhamdulillah sekarang ana sedikit paham ki, semoga tahun baru hijriyah kali ini jauh lebih bermakna ya ki...........” Kata Maula.

“Cara terbaik untuk memaknai pergantian tahun adalah dengan muhasabah, introspeksi tentang apa yang yang telah kita perbuat ditahun lalu, yang baik kita pertahankan dan kita tingkatkan, yang jelek kita tinggalkan, sebagaimana Allah memerintahkan kita untuk memperhatikan apa yang telah kita perbuat untuk akhirat kita...............” kata Ki Bijak sambil mengutip sebuah ayat al qur’an.

18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Hasyr)

“Iya ki..............” Kata Maula sambil minta izin untuk melanjutkan pekerjaannya.

Wassalam

Jumat, 26 November 2010

DEATH NOTE sumber: wikipedia

Death Note, di Indonesia juga dikenal dengan judul Dunia Dewa Kematian, adalah judul sebuah serial manga Jepang yang ditulis oleh Tsugumi Ohba dan ilustrasi oleh Takeshi Obata. Manga ini menceritakan tentang Light Yagami, seorang siswa jenius yang secara kebetulan menemukan Death Note milik shinigami (dewa kematian). Direalisasikan di majalah Shonen Jump dari Januari 2004 hingga Mei 2006 dengan total 108 bab. Versi tankoubonnya terbit sebanyak 12 jilid dan 1 jilid spesial yang berjudul How to Read 13 yang berisi tentang penjelasan dan profil tentang Death Note.

L vs KIRA

Aksi Light ini menarik perhatian ICPO (Interpol / International Criminal Police Organization – Organisasi Kriminal Internasional), dan detektif (fiktif) paling terkenal di dunia, L. L menawarkan bantuan kepada pihak kepolisian Jepang untuk menangkap KIRA. Dengan suatu cara yang sangat cerdas, L berhasil membuktikan bahwa KIRA beroperasi dari Kantou, Jepang, dan melalui broadcast televisi nasional, L menyatakan bahwa ia akan ‘menangkap KIRA dan membawanya ke hukuman eksekusi’, sebagai wujud konsekuensinya terhadap keadilan. Light, yang yakin bahwa dirinya, dan ideologi KIRA adalah keadilan yang sesungguhnya, menerima ‘tantangan’ dari L tersebut.


L yang sudah melakukan penyelidikan mulai mencurigai Light. Ia kemudian membentuk sebuah tim investigasi kecil bersama 6 anggota NPA (National Police Agency aka Kepolisian Jepang), yang beranggotakan Souichiro Yagami (ayah Light Yagami), Matsuda Touta, Hideki Ide, Kanzo Mogi, Aizawa, dan Ukita (kemudian tewas oleh KIRA). Untuk memulai langkah awalnya, kamar Light dipasang kamera pengintai dan penyadap. Light dengan suatu cara yang cerdik berhasil mengelabui kamera pengintai tersebut dan tetap ‘mengeksekusi’ kriminal dengan Death Note-nya. L, yang tetap yakin Light adalah KIRA, kemudian memulai langkah berani dan penuh resikonya, bertemu langsung dengan Light untuk mendapatkan bukti yang konkret.


Dalam acara penerimaan mahasiswa baru, Light terpilih sebagai mahasiswa baru terbaik bersama seseorang yang menyebut dirinya Hideki Ryuuga (artis Jepang yang terkenal saat itu, terinspirasi dari artis Jepang sebenarnya, Gackt), sebuah nama yang dipilihnya untuk melindungi dirinya kalau-kalau Light mencoba untuk ‘mengeksekusi’nya dengan Death Note. Hideki Ryuuga kemudian memberitahu Light bahwa ia adalah L. Semenjak itu L dan Light saling menyelidiki identitas masing-masing dengan lebih hati-hati. Karena keduanya memiliki tingkat kecerdasan yang setara, kedua pihak tersebut selalu bisa membaca langkah-langkah lawannya, dan ‘perang dingin’ yang keras berlangsung di antara mereka.


Tak lama setelah Light bertemu dengan L dan bergabung ke dalam tim investigasi, KIRA melakukan siaran broadcast nasional untuk menggerakkan polisi. Dari perilakunya yang berbeda dengan KIRA yang dikejarnya, L segera menyimpulkan bahwa telah muncul KIRA yang kedua. Di sini terjadi perburuan segitiga antara L, Light (KIRA), dan KIRA yang kedua. Ketiganya saling mencari satu sama lain. Tanpa diduga, KIRA kedua adalah Misa Amane, seorang aktris muda yang memuja KIRA yang telah membalaskan dendam orang tuanya, dan jatuh hati kepada Light Yagami. Ketika akhirnya ketiganya bertemu, intrik-intrik yang dilakukan satu sama lain menjadi semakin pekat, dan berakhir pada tewasnya L oleh Shinigami KIRA kedua.


L yang tewas segera digantikan kedudukannya oleh Light, sebagai satu-satunya orang dengan kecerdasan intelektual yang hampir setara dengan L. Light, yang yakin dirinya tak terkalahkan karena memainkan dua peran sekaligus (L dan KIRA), mulai bergerak menguasai dunia.


Di luar dugaan Light, melalui peralatan mekanis otomatis yang dirancang L, berita mengenai kematiannya segera diketahui oleh Roger, kepala sekolah Wammy House, sebuah institusi khusus yang didirikan untuk mendidik anak-anak jenius di seluruh dunia untuk satu tujuan: menciptakan penerus L.


Roger segera bertindak dengan menginformasikan ini kepada dua kandidat penerus L, Mello dan Near. Kedua remaja tersebut memiliki sifat yang sangat bertolak belakang, Mello bertemperamen tinggi, spontan, dan terobsesi menjadi nomor satu. Sementara Near hampir tidak menunjukkan emosi, dan sangat observatif, dan cenderung pasif.


Mello yang mendengar berita ini segera naik darah, sementara Near hanya dengan tenang mengatakan bahwa apabila seseorang tidak bisa memenangkan permainan yang dimainkannya, ia hanya pecundang (dimaksudkan untuk L). Mello kemudian bertanya kepada Roger, siapa yang dipilih L sebagai penerusnya, yang dijawab ‘tak ada’, agar mereka bekerja sama sebagai penerus L. Near setuju, namun Mello, yang selalu terobsesi menjadi nomor satu, yang tak pernah diperolehnya karena keberadaan Near, menolaknya dan berkata bahwa Near lebih pantas menjadi penerus L.


Mello kemudian keluar dari institusi itu untuk mengejar KIRA dengan caranya sendiri, dengan menjadi anggota organisasi kriminal terbesar di dunia, Mafia.
[sunting]
 
 

Mello terbukti bukan remaja biasa. Dalam waktu satu setengah tahun, dia berhasil menjadi kepala organisasi Mafia. Untuk membuktikan bahwa ia adalah penerus L yang pantas, dan untuk membuktikan bahwa ia lebih baik dari Near, Mello segera mendapatkan Death Note yang disimpan oleh NPA, dengan cara menculik Sayu Yagami, adik perempuan Light Yagami, dan meminta Death Note sebagai pertukarannya. Light yang terkejut bahwa fakta kematian L telah diketahui orang luar, kemudian berkontak dengan SPK (Special Provision for KIRA), sebuah organisasi pimpinan Near yang didirikan Amerika Serikat untuk menangkap KIRA.


Selang beberapa lama sejak Mello mendapatkan dan ‘menguji’ kekuatan Death Note, Light mengatur rencana untuk merebut kembali Death Note tersebut. Pada saat itu datang seorang Shinigami, Shidou, pemilik asli Death Note yang dipegang oleh Mello, untuk mengambilnya kembali. Mello segera mendapatkan informasi darinya bahwa beberapa peraturan yang tertulis di Death Note adalah palsu, dan siapapun yang menuliskan peraturan palsu ini, melakukannya untuk membuat dirinya bebas dari kecurigaan bahwa ia adalah KIRA.


Light, dengan bantuan anggota NPA dan mata-Shinigami Misa, berhasil melakukan serangan mendadak ke markas rahasia Mello, menghabisi semua anak buahnya, mengambil kembali Death Note, dan nyaris menangkap Mello. Mello, di tengah kekacau balauan yang ditimbulkan oleh NPA (di bawah komando L / Light), mendapati bahwa nama aslinya, Mihael Keehl, telah diperoleh Soichiro Yagami, ayah Light Yagami yang juga anggota NPA, yang telah memiliki mata-Shinigami seperti Misa. Sebelum Soichiro sempat menuliskan nama Mello di Death Note, seorang anak buah Mello menembakinya hingga sekarat. Anggota NPA lain yang menerjang untuk menolong Soichiro masuk, dan Mello meledakkan seisi markas Mafia-nya untuk melarikan diri.


Peristiwa ini membuat Mello menderita luka di separuh wajahnya, dan membuat Near menyadari adanya kaitan antara KIRA dengan serangan ini. Soichiro Yagami yang sekarat akhirnya meninggal tanpa sempat menuliskan nama Mello, sesuatu yang membuat Light depresi, yang kemudian mengembalikan Death Note yang diambilnya tersebut kepada Shinigami Shidoh.


Near yang memiliki daya analisis yang sangat tinggi, menganalisis peristiwa ini, dan curiga bahwa KIRA adalah L sendiri. Mello kemudian datang dan memberikan informasi yang diperolehnya dari Shinigami Shidoh tersebut kepada Near. Hal ini segera membuatnya menyadari bahwa KIRA memang adalah L, dan segera melakukan kontak kepada L (Light Yagami).

Light yang mengetahui bahwa Near dan Mello mulai menyadari bahwa ia adalah KIRA, mulai menggerakkan massa dan membuat prajurit ‘pengikut KIRA’ untuk melenyapkan keberadaan kedua penerus L tersebut, yang bisa mengancamnya merealisasikan ‘utopia’ yang sedang dibangunnya.


Tujuan KIRA adalah untuk membawakan 'keadilan' kepada dunia yang telah membusuk, dan menjadi 'Tuhan' di dunia baru tersebut.

Tujuan Mello adalah membalaskan dendam L dan menjadi orang nomor satu di dunia.

Sedangkan Near adalah untuk meneruskan perjuangan L, menangkap KIRA dan membawanya pada keadilan.


Persaingan antara Near dan Mello untuk menangkap KIRA membawakan pertempuran intelek yang sangat menarik untuk disaksikan para pembacanya. Light menghadapi berbagai serangan tak terduga dari kedua kandidat penerus L tersebut. Dan tanpa disangka, persaingan menjadi yang terbaik antara kedua remaja jenius tersebut berujung pada kerja sama yang akhirnya membawa akhir bagi KIRA dan 'eksekusi'nya.